23 January 2009

Sajak tentang Sengon dan Kita

 

Cerita hari-hari ini

adalah tentang pesta Obama

krisis finansial global

peperangan di Jalur Gaza

pergolakan iklim dan cuaca

caleg capres

dan politik pemilihan umum

lelucon hukum

hak asasi manusia yang sedang dipentaskan dimana-mana.

 

Tapi hari ini kita bertemu di sini

Dan bicara tentang pohon-pohon sengon yang sederhana itu

Yang tidak pernah berpura-pura menjadi jati, mahoni, atau meranti.

 

Tentang sengon itu,

Kita bicara tentang menggelar terpal di bawah tegakannya

dan mengumpulkan biji-bijinya di bulan November

saat puncak musim buahnya

Kemudian kita menjemur biji-biji itu empat hari sampai terbuka polongnya, kering dan merekah

Kita akan memasukkannya ke  dalam karung dan merontokkan benih-benih itu

Menurunkan kadar airnya sampai enam atau tujuh persen

Menyemaikannya di lapangan yang datar

Kita akan sediakan air untuknya sepanjang tahun

Kita akan siapkan tanah yang subur dan ringan, tidak liat, tidak berbatu berkerikil

Kita akan membuat bedengan, dan menanamnya di bulan Januari

dimana hujan akan menghidupi sengon-sengon itu.

Kita akan merawatnya

Kita akan mendangirnya

Kita akan memupuknya

Kita akan menjaganya dari ulat kumbang, lalat daun, jamur akar merah, dan lain-lain penyakitnya.

Dan kita akan selalu berharap dan percaya akan memanennya suatu saat nanti.

Sengon-sengon yang sederhana itu, bukan jati-mahoni-meranti. 

(Pekandangan-Lampung, Januari 2009)

No comments: