04 November 2008

Beda dengan Selera Pasar 2

Nah... kalau yang ini benar-benar berbeda dengan selera pasar, sekaligus barangkali berguna buat umat manusia dan bumi ini.  Mungkin bagus kalau semangat ini memasyarakat... hanya saja... kalau mau memasyarakatkan sesuatu kan harus dimulai dari diri sendiri.... aku, terus terang, tentu saja, tidak berani. 


Petikan dari sebuah website, entah dimana, lupa:

Kaul kemiskinan adalah kaul di mana kaum religius merelakan kepemilikan atas harta duniawi dan saling berbagi dalam segala sesuatu, agar mereka dapat menemukan “harta” mereka di surga. “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (diambil dari salah satu kitab suci)
POVERTY - A religious chooses to share all in common rather than have personal ownership of material goods. In the face of a materialistic, consumer culture where one’s value is often determined by earning power or the acquisition of wealth, poverty testifies to our dependence upon God as the source of all gifts and our solidarity with one another, especially the poor. When so many are ignoring people who are on the fringes of society, religious with a vow of poverty can connect with the poor, work with them and speak about their needs and concerns.

No comments: