16 February 2013

Muara Tae 05 - pondok jaga

Malam ini kami tidur di Pondok Jaga Hutan, garis depan pertahanan Muara Tae.  Pondok kayu ini berada di ketinggian bukit.  Pohon-pohon besar mengitarinya.  Waktu sunset tadi ada terselip sedikit di antara ranting-ranting matahari bulat merah.  Kosar sedang memasak makan malam: nasi dan ikan asin.  Para pemuda Muara Tae pada bertebaran di sudut sudut pondok dan seputaran api unggun.  Ada suara khas tengah hutan, jengkerik atau berbagai macam serangga itu lah.
 
Malam ini orang-orang pada rapat untuk merencanakan kegiatan perintisan dan pembuatan batas yang akan dilakukan esok hari.  Mereka nampak bersemangat.  Tadi siang kudengar-dengar Petinggi Kampung mendraft surat tentang hal ini, mungkin akan dikirimkannya ke kampung-kampung tetangga, perusahaan-perusahaan, badan-badan pemerintah.  Aku terkesan sama laptopnya yang baterainya tahan lama banget, gak mati-mati dari tadi.  O ya...sudah dua minggu genset di sini rusak.
 
Masukan paling lucu hari ini:
Kutipan dari Ghonjess, 2011: “tindakan strategis paling buruk adalah membuat rencana strategis.”

Read More...

Muara Tae 04 - litani debu

LITANI DEBU
 
Sesiangan aku duduk di kayu rebah di pinggir jalan
Di tikungan Muara Tae
Dan melintaslah
 
Ford Ranger double cabin,
                Debu beterbangan
Toyota Hi-Lux double cabin,
                Debu beterbangan
Ford Everest,
                Debu beterbangan
Kijang Innova,
                Debu beterbangan
Truk Engkel muatan sawit,
                Debu beterbangan
Nissan X-Trail,
                Debu beterbangan
Nissan Navarra double cabin,
                Debu beterbangan
Mistubishi D-Max,
                Debu beterbangan
Truk Tronton 20 roda angkut buldozer,
                Debu beterbangan
Ford Ranger yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Toyota Hi-Lux yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Ford Everest yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Kijang Innova yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Truk sawit yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Nissan X-Trail yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Nissan Navarra yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Mitsubishi D-Max yang lain lagi,
                Debu beterbangan
Truk tronton yang lain lagi,
                Debu beterbangan
 
AMIN.

Read More...

Muara Tae 03 - logistik

Ghonjess,
Sesuai pesananmu dari pondok jaga jauh di hutan sana, garis depan pertahanan muara tae
Aku nanti akan bawakan:
Beras
Ikan asin
Minyak goreng
Paku sepuluh dan dua belas
Snack roti-rotian
Nutrisari
Kopimix
Lampu badai
 
Kata mereka dua jam jalan kaki ke sana...jadi moga-moga para pemuda adat ini masih kuat-kuat punggungnya.  Siapa tahu ada juga gitar yang bisa dibawa.
 
Have fun, stay away from trouble!

Read More...

Muara Tae 02 - asterix

Setelah kulihat-lihat dan banding-bandingkan, Pak Asuy, Ibu Laiyen, Pak Andreas dan orang-orang Muara Tae ini persis seperti Asterix, Obelix, Abraracourcix, dan orang-orang Kampung Galia itu deh.  Mereka hanya takut apabila langiit akan runtuh menimpa kepala mereka.  Mereka tidak takut meskipun kampung mereka ini sudah dikelilingi habis oleh buldozer-buldozer, serdadu-serdadu, tambang-tambang, HTI-HTI, perkebunan sawit PT Borneo Surya, PT Gunung Bayan, PT Petrosea, PT Lonsum, PT Tri Tunggal Group, PT Munti Wani.  Mereka tidak takut meskipun kerajaan romawi pemda Kutai Barat habis-habisan menekan mereka.  Mereka tidak khawatir meskipun seluruh Kalimantan sedang berubah menjadi padang debu dan semak-semak dan bongkaran tambang dan tunggul-tunggul dan serpihan hutan.  Mereka tidak khawatir meskipun tidak ada LSM-LSM manapun yang peduli atau mendampingi atau turut mengadvokasi atau apapun.  Mereka gak peduli bahwa kampung-kampung lain sudah pasrah dan menyerahkan kebun dan hutannya.  Mereka ini tetap aja ngotot: Pokoknya Jangan Ganggu Kampung dan Hutan Adat Kami.  Nampaknya mereka hanya takut apabila langit akan runtuh menimpa kepala mereka.  Makanya mereka kemarin tetap berpesta, potong babi dan ayam, makan minum, pasti ada yang nyanyi-nyanyi juga... Benar-benar mirip Kampung Galia itu. Bahkan serupa juga dalam hal suka sekali kelahi kelahi di antara mereka sendiri...terus pesta makan-makan sama-sama.
 
Hari ini aku akan jalan-jalan keliling kampung, siapa tahu bisa menemukan Idefix dan Assurancetourixnya Kampung Muara Tae.

Read More...

Muara Tae 01 - malam pertama

Malam kemarin
Aku tidur di hotel berbintang
Dengan koneksi internet super cepat
Hingga bisa conference call
Dengan orang Washington, Paris, Jakarta
Mau makan tinggal angkat telepon
Pencet angka dua
Mandi air panas putar kran sedikit ke kanan
 
Malam ini aku tidur di lantai papan
Dengan bantal apak
Lampu minyak dekat jari kakiku
Dan nyamuk-nyamuk
 
Aku gak bisa tidur
Di rumah Pak Asuy dan Ibu Laiyen
Di Muara Tae

Read More...